Tuesday, November 25, 2014

TRAFO atau TRANSFORMATOR

Halo, jumpa lagi dengan postingan saya yang sederhana ini, kali ini saya akan membahas tentang transformator atau orang biasa menyebutkan transformator. baiklah langsung saja pada bahasan utama.

sebenarnya apa sih transformator itu ?
transformator adalah suatu perangkat elektronik yang berfungsi mengubah tegangan tinggi menjadi rendah namun arus nya menjadi tinggi atau sebaliknya. Transformator ini biasa kita temui pada tower-tower listrik di pinggir jalan karena untuk menyalurkan listrik dari pembangkit listrik ke rumah kita yang jauh diperlukan voltase yang tinggi sehingga losses yang terjadi karena hambatan dari kabel yang panjang dapat di kurangi, setelah di naikan maka akan di turunkan dengan transformator juga dan sampai lah ke rumah kita :)

terbuat dari apa transformator itu ?
baiklah kita lihat konstruksi dari transformator terlebih dahulu


secara sederhana transformator terbuat dari susunan plat plat besi tipis yang di antaranya di beri sekat isolator sehingga tidak dapat berhubungan satu sama lain lalu di sebelah kiri terdapat gulungan kawat tembaga yang di sebut gulungan primer dan di sebelah kanan terdapat gulungan kawat tembaga juga yang di sebut gulungan sekunder.

lalu bagaimana cara kerja nya ?
sebelum saya menjelaskan cara kerja nya baik nya kita melihat video di bawah ini terlebih dahulu :)

                                    

pada video di atas terlihat kumparan primer dan sekunder memiliki perbedaan yaitu dari jumlah lilitanya, pada video tersebut transformator yang di pakai adalah transformator step down atau transformator yang menurunkan tegangan namun menaikan arus seperti yang biasa kita lihat di pinggir jalan. seperti yang kita tahu jika ada listrik yang mengalir pada suatu konduktor maka akan di ikuti dengan EMF atau elektro magnetik force, dan semakin banyak lilitanya maka semakin besar EMF yang terjadi, saat arus listrik melalui gulungan primer maka terbentuklah EMF, karena ada EMF maka terbentuklah arus listrik pada gulungan sekunder, namun dengan tegangan yang lebih rendah dan arus lebih tinggi. 

sekian postingan kali ini semoga bermanfaat terimakasih :)

Tuesday, November 4, 2014

Cara kerja motor DC

Halo, selamat datang di postingan kedua saya, kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang cara kerja motor dc, jika kalian telah membaca postingan saya sebelum nya tentang Cara kerja generator DC maka sebenarnya prinsip kerja dari motor DC adalah hampir sama dengan prinsip kerja generator DC, cuman yang membedakan adalah generator itu membangkitkan energi listrik dari energi mekanik, sedangkan motor dc adalah membangkitkan energi mekanik dari energi listrik, baik kita langsung mulai saja,

pertama kita akan mempelajari prinsip dasar dari motor DC, dengan rangkaian seperti d bawah ini


pada rangkaian tersebut kita lihat terdapat 2 N dan S, sumber daya, brush, konduktor yang di bentuk persegi yang di hubungkan dengan silinder yang terbelah menjadi dua (isolator), magnet yang di gunakan dapat berupa magnet permanent ataupun kumparan yang di aliri listrik sehingga akan terjadi medan magnet, 

masih ingat prinsip tangan kiri Flemming? kita akan menggunakanya lagi untuk menentukan arah putaran dari konduktor yang kita gunakan, 



jika kita mengacungkan jempol dan jari telunjuk, sedangkan jari tengah mengarah ke kanan, maka kita dapat mengetahui arah arus pada rangkaian tersebut, arah jempol menunjukan arah gerakan rangkaian, jari telunjuk menunjukan arah arus magnet (dari N ke S), sedangkan jari tengah menunjukan arah arus yang mengalir pada rangkaian, maka pada rangkaian di atas akan berputar clockwise,

berikutnya kita akan membahas lebih lanjut



ini adalah gambar tampak depan dari motor DC, dimana terdapat 2 kutub magnet, 2 coil (gulungan kawat konduktor) yang di hubungkan dengan satu poros, dengan sistem yang sama seperti rangkaian yang pertama tadi. 


dan gambar di atas adalah silinder pada rangkaian yang pertama tadi, commutator ini di hubungkan dengan brush yang di hubungkan dengan catu daya, jika catu daya di nyalakan maka arus listrik akan mengalir pada brush, commutator, dan coil, saat coil di aliri listrik maka akan timbul emf dan mendorong coil ke arah clockwise, commutator yang mengikuti putaran coil juga akan bekerja, saat coil mendekati kutub magnet yang lain, maka commutator yang tadinya ikut berputar akan kontak dengan brush yang lain sehingga arah arus nya akan berubah yang menyebabkan gaya dorong lagi pada coil dan begitu selanjutnya, semakin banyak coil maka gerakan motor akan semakin halus.






untuk lebih memahami cara kerja nya silahkan lihat video berikut ini





sekian dari postingan kali ini semoga bermanfaat terimakasih

Cara kerja generator DC

Halo, selamat datang pada blog saya, ini adalah postingan pertama saya yang sebenarnya utusan dari dosen saya hehehe. pada sesi ini saya akan menjelaskan bagaimana sih cara kerja generator DC? 

Oke langsung saja, seperti kita ketahui listrik di bagi menjadi 2 jenis yaitu AC (Alternative Current) dan DC (Direct Current), listrik DC ditemukan oleh Thomas Alva Edison dan rekan nya Nikola Tesla, pada tahun 1880, namun setelah beberapa perdebatan yang akhirnya Nikola Tesla membuat penelitian nya sendiri dan dialah yang menemukan listrik AC.

Baik untuk saat ini saya akan menjelaskan sumber arus terlebih dahulu. Berdasarkan hukum Faraday tentang induksi elektromagnetik, jika ada konduktor yang bergerak di suatu medan magnet maka, konduktor tersebut akan menghalangi arah aliran magnet tersebut, sehingga konduktor akan terinduksi emf (electromagnetic force), besarnya emf tergantung pada flux yang terinduksi pada konduktor tersebut, emf ini akan menyebabkan arus pada konduktor jika konduktor tersebut merupakan rangkaian tertutup.

sekarang kita akan membahas lebih dalam yaitu prinsip sederhana generator DC, Pada gambar di bawah kita lihat bahwa ada sebuah rangkaian ABCD yang berputar pada sumbu ab di suatu medan magnet antara kutub magnet N (utara) dan S (selatan).





sekarang, jika kita putar rangkaian ABCD pada sumbu ab apa yang terjadi? saat rangkaian itu berputar dari posisi vertical ke posisi horizontal, rangkaian tersebut akan menghalangi arah aliran magnet dan rangkaian tersebut akan terinduksi emf pada sis AB dan CD.



karena rangkaian tersebut merupakan rangkaian tertutup maka arus akan timbul pada rangkaian tersebut, arah arus dapat ditentukan dengan metode tangan kiri Flemming, yaitu jika kita mengacungkan jempol dan jari telunjuk, sedangkan jari tengah mengarah ke kanan, maka kita dapat mengetahui arah arus pada rangkaian tersebut, arah jempol menunjukan arah gerakan rangkaian, jari telunjuk menunjukan arah arus magnet (dari N ke S), sedangkan jari tengah menunjukan arah arus yang mengalir pada rangkaian. 

jika kita putar lagi rangkaian tersebut maka posisi nya akan berubah menjadi vertical, dimana CD berada di atas dan AB berada di bawah, pada posisi ini tidak ada arus yang mengalir.




sekarang jika kita memutar lagi rangkaian tersebut maka akan kembali ke posisi horizontal, namun kali ini AB yang di depan kutub N dan CD yang di depan kutub S atau kebalikan pada posisi sebelum nya.


menurut aturan tangan kanan Flemming pada posisi ini arus akan mengalir dari D ke C dan B ke A, jika rangkaian ini terus berputar dan saat BA berada di depan kutub N maka aliran nya akan mengalir dari B ke A namun sebalik nya jika BA berada di depan kutub S maka aliran nya akan mengalir dari A ke B, sehingga dapat di simpulkan setiap sisi rangkaian yang melewati depan kutub N arah aliran nya selalu sama.

sekarang kita akan membahas lebih dalam lagi yaitu cara kerja dari generator DC, jika kita sedikit memodifikasi rangkaian tersebut dengan menambahkan sebuah silinder yang terbagi menjadi dua seperti gambar di bawah ini 


silinder tersebut terbuat dari konduktor yang di belah menjadi dua dan di sekat dengan isolator. jika rangkaian di buat seperti gambar di atas maka arah arus akan mengalir dari ABLMCD, saat brush nomer 1 kontak dengan daerah a, rangkaian akan mengalirkan arus, dan begitu pula saat brush nomor 1 kontak dengan area b, jika kita gambarkan grafik nya maka akan seperti di bawah in


ini adalah dasar cara kerja dari generator DC seakrang kita akan melanjutkan ke situasi sebenarnya yaitu generator DC itu sendiri, pada perkembangan nya DC generator tidak cukup jika hanya seperti rangkaian di atas, maka untuk efisien nya, di tambakan rangkaian sebanyak mungkin, semakin banyak maka grafis EMF nya akan semakin halus 



dari gambar di atas dapat kita lihat bahwa sisi yang berhadapan dengan kutub akan semakin banyak dan semakin rapat, dan semua terhubung dengan batang konduktor yang nantinya akan kontak dengan brush


sekian dari postingan pertama saya, semoga bermanfaat terima kasih sampai jumpa pada postingan selanjutnya.